gitanyali

DAILY LIFE…Sometimes bad,sometimes good

Pernyataan Sikap Imam Masjid Di Magdeburg Jerman Timur

Magdeburg Mosque  Ar-Rahman.

Magdeburg Mosque
Ar-Rahman.

Saya membaca status di Wall nya Bapak Imam Masjid di kampungku Magdeburg, berbagai perasaan menyelimuti. Ada dua peristiwa besar yang datang hampir bersamaan. Pertama tentang serangan radikalis di Perancis dan yang kedua tentang kematian keponakannya kemarin di Syria .  Sang keponakan meninggal karena ditembak sniper IS.

Curhatannya yang membuat saya sedih tentu saja , Innalilahi wa Inna ilaihi Rojiuun” begini tulisannya :

“Hari ini, keponakan saya dibunuh oleh penembak jitu dari IS. Ia belajar Teknologi Telekomunikasi dan sedang menyelesaikan semester delapan di universitas swasta Aljazeera di kota Deir Ezzour di Suriah. Dalam perjalanan pulang dari universitas dengan bus ia ditembak oleh seorang penembak jitu IS ( sniper) tepat dikepala. Padahal dia hanya seorang mahasiswa dan di tempat dia ditembak adalah tempat aman yang tidak ada pertempuran. Begitu mudahnya mereka membunuh. Keponakan saya adalah salah satu dari ribuan Muslim dan non-Muslim yang dibunuh oleh pejuang IS tanpa alasan.”

Jumat kemarin , akibat dampak dari penyerangan di Perancis , TV lokal MDR menyempatkan  mewawancarai sang Bapak Imam dan berkunjung ke Masjid kecil kami, disaat para jamaah lelaki melakukan shalat Jumat.  Intinya wawancara terkait Pernyataan sikap Imam Masjid dan warga Muslim di Magdeburg terkait penyerangan Kantor Majalah Charlie Hebdo  di Perancis .  Ini disini linknya wawancara tersebut secara lengkap :

http://www.mdr.de/sachsen-anhalt/reaktionen-charliehebdo-imam-magdeburg100_zc-a2551f81_zs-ae30b3e4.html

Hari ini Sabtu seperti biasa jam 2 siang ,  saya dan Bapak mengantar si bungsu untuk mengaji. Angin kencang dan hujan tidak menyurutkan langkah kami untuk mengantarnya. Saya juga ingin mengucapkan bela sungkawa kepada Istri Pak Imam dan keluarganya

Angin kencang dan desiran suaranya yang menakutkan terdengar keras saat saya membuka pintu Masjid yang tertutup. Sepatu-sepatu kecil tampak berjejer rapi di dekat pintu masuk, tetapi kali ini bisa dihitung dengan jari. Pasti sebagian besar anak-anak memilih tinggal di rumah karena cuaca jelek begini. Suhu udara 14 derajat termasuk hangat untuk musim dingin , tetapi angin yang kencang di selingi hujan membuat  dingin dan bunyi howling yang menyeramkan. Terdengar suara si Ibu guru mengajarkan surah Al Fatiihah. Saya suruh anak saya segera masuk cepat  ke dalam , dan saya mengucapkan salam serta belasungkawa terdalam kepada Istri Imam Masjid dan anak gadisnya yang menjadi guru si kecil mengaji .

Saya masuk ke mobil masih dengan kerudung di kepala. 2 jam lagi kami harus kembali kesini untuk menjemput si kecil.

” Ayo ke Supermarket belanja mingguan” kata si Bapak.

“Tidak malu atau takut saya memakai kerudung lho” jawab saya.

Saya memakai kerudung cuma pada hari Sabtu karena saya mengantar jemput anak ke Masjid , dan saya sekalian Shalat Ashar dan Maghrib disana.

Si Bapak disebelahku cuek saja sambil melajukan mobilnya. Saya merasa perempuan paling beruntung di dunia ini karena mempunyai pasangan yang pengertian dan terbuka.

Saya pernah membaca artikel survey tentang Islam dan Jerman.  Survey ini tentang Islam di mata orang Jerman atau  tepatnya , “Bentuk yang paling penting dan intensitas keagamaan warga Jerman” . Seperti perkiraan saya, mayoritas orang Jerman melihat Islam sebagai “asing, berbeda dan mengancam.”

Lebih spesifik lagi, 51% warga Jerman percaya bahwa Islam merupakan ancaman terhadap cara hidup mereka. Di Jerman Timur makin naik menjadi 57% menilai Islam adalah ancaman, sedangkan di Jerman Barat  49%. Survei juga menunjukkan , satu dari lima orang Jerman percaya Yudaisme merupakan ancaman terhadap cara hidup Jerman.

Nah setelah tahu angka-angkanya saya bertanya kepada si Bapak .

“Kamu digolongan yang mana ? 57% atau 43% ?”  ( kami hidup di Jerman Timur ).

“43% tentu saja “

Saya juga mau melihat reaksi orang-orang disini melihat saya memakai kerudung dan masuk ke Supermarket. Ada satu atau dua orang yang melirik dan melihat , tetapi setelah itu cuek saja . Si Bapak setia mengikuti dari belakang. Masih aman ternyata walau agak terancam dengan seruan MEGIDA ( cabang PEGIDA ) di Magdeburg yang akan mengadakan Demo hari Senin nanti .

Yang ingin mengetahu apa itu PEGIDA silahkan click saja disini :

http://www.ibtimes.co.uk/what-pegida-look-anti-islam-protests-dividing-germany-1482204

Impian saya selamanya dan sampai saat ini tetap tidak berubah , WORLD PEACE .

http://luar-negeri.kompasiana.com/2015/01/11/pernyataan-sikap-imam-masjid-di-magdeburg-jerman-timur-715973.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 10, 2015 by in Magdeburg and tagged , , , , , , , .
%d bloggers like this: