gitanyali

DAILY LIFE…Sometimes bad,sometimes good

Membawa Durian dan Makan Permen di Kereta? Silakan Bayar Denda

10421526_10204431460039075_3903751610049557197_n

Hampir tiap hari saya chatting, WhatsApp ( WA) dan menelpon anak saya di Singapore. Ada-ada saja obrolan emak dan anak yang terpisah ribuan kilo ini, ngobrol ngalor-ngidul dari makanan, pakaian, wajib militernya yang tengah dijalani, tentang bapaknya, trik mencari pacar yang baik sampai terakhir isu sosial yang selalu hangat kami bincangkan.

“Pokoknya Mami kalau pulang Singapore sekarang ini jangan monyong-monyong makan permen seperti biasanya di kereta, Mami bisa kena denda!”

Lha iyalah saya tahu itu, anak perjaka saya ini ada-ada saja triknya untuk membangunkan saya pagi-pagi. Saya masih rembes terbangun tiba-tiba dapat WA dari si sulung ini. Dengan mengucek-ngucek mata saya baca WA-nya yang bikin saya meloncat kaget dari tempat tidur.

“Apa? What? Kena denda juga makan permen?” Jawaban saya.

“Gila itu Singapore, makan permen saja dilarang, kita sudah puasa makan permen karet, mosok  makan permen kena denda juga sih?”

“Ah kamu mengada-ada khan biar Mami bangun pagi?” balas saya.

“Ini nih buktinya,” jawab si sulung sambil memberikan saya link videonya supaya tidak dianggap hoax.

Video tersebut memang sudah lama tetapi terus terang saya belum mengetahuinya kalau ada yang tertangkap basah makan permen dan kena denda. Setelah menyaksikan video tersebut Saya pikir pihak MRT Singapore melakukannya sebagai pelajaran untuk yang lainnya, siapa melanggar peraturan, bayar denda solusinya. Seperti kata pepatah, “kill some chickens in order to scare all the monkeys”.

Saya tahu memang peraturan di MRT Singapore dan di bus berbunyi “No Eating or Drinking” tetapi mosok sampai permen saja dilarang gitu? Saya sendiri tidak bisa hidup tanpa mengunyah permen di mana-mana. Dan sudah menjadi kebiasaan waktu itu sampai sekarang kalau kantung baju, tas atau dompet saya penuh berisi bungkus permen. Karena tahu sendiri membuang sampah sembarangan juga bisa kena denda, jadi kebiasaan menyimpan bungkus permen, plastik tissue sampai pentol korek api disimpan rapi-rapi dikembalikan ke wadahnya lagi.

Dulu saya menggerutu sama pembantu karena baju putih saya kelunturan noda berwarna pink, akhirnya saya minta maaf sama dia. Kesalahan saya sendiri karena saya menyimpan beberapa bungkus permen dan lipstik kertas di celana dan blous putih tersebut. Pembantu tidak tahu sewaktu merendam baju dan celana ada bungkus permen dan lipstik yang terbuat dari kertas melunturkan baju-baju itu. Sebel dengan diri sendiri, ya iyalah. Tetapi itu semua dilakukan secara otomatis karena kami tidak suka membuang sampah sembarangan. Jadi bungkus apa pun kita bawa dan disimpan sampai menemukan tempat sampah. Nah lho Indonesia bisa nggak? Percaya diri pasti bisa kok. Dan lakukan dulu dengan diri sendiri seperti membawa kembali bungkusan permen, plastik pembungkus dll.

Saya juga pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, seorang Aunty-aunty/ibu-ibu ditolak masuk MRT gara-gara dia membawa durian, walaupun durian tersebut telah dibungkus rapi dengan kotak styrofoam dan dibungkus plastik ternyata bau durian tersebut masih menyebar dengan harumnya di pintu masuk. Beruntung si Aunty baru mau masuk, coba kalau sudah berada di dalam kereta, bisa-bisa dia tertangkap  atau dikomplain penumpang lain dan harus bayar denda.

Welcome to Singaopre my Friends. Selamat datang ke Singapore negeri di mana-mana anda akan menyaksikan larangan-larangan yang kadang tidak masuk akal. Tetapi bergunakah larangan-larangan tersebut? Ya tentu saja sangat berguna sekali. Saya pernah ditanya suami , dia sangat tidak mengerti kenapa permen karet saja dilarang di Singapore? Saya jawab sejak tahun 1983 sebenarnya kerugian negara akibat harus membersihkan bekas-bekas permen karet di mana-mana seperti di bus terminal, di tempat-tempat umum, di jalan-jalan dll. sekitar S$150,000 per tahun. Nah bayangkan kalau permen karet tetap merajalela di Singapore apakah nilai S$150,000  per tahun masih valid sampai sekarang? Tanya saya. Suami kemudian terdiam dan mengangguk-angguk, ya sudah jangan makan permen karet kalau begitu katanya.

Sekarang balik ke durian. Saya memang tidak pernah menyaksikan sendiri ada orang kena denda karena membawa durian, di samping itu larangan membawa durian hanya berisi larangan saja tanpa mencantumkan denda di bawahnya. Berbeda sekali dengan larangan makan, minum atau merokok selalu ada nilai denda yang harus dibayar di bawah tanda larangan tersebut. Tetapi adakah orang nekat yang mencoba membawa durian ke bus atau kereta api? Tentu saja ada. Contohnya si Aunty yang saya ceritakan tersebut, tetapi apakah si Aunty didenda? Memang tidak didenda tetapi diberi pilihan membuang durian atau memakannya sebelum masuk ke kereta. Tetapi kalau Anda mau mencobanya silahkan saja.

Sedangkan peraturan durian dan makan permen di bus masih agak longgar, termasuk saya sering mengunyah permen di bus dan MRT tetapi membawa durian? No way saya tidak pernah melakukannya. Saya kasihan kepada orang lain yang tidak tahan bau durian, untuk orang yang menyukai durian memang buah ini bagaikan raja, tetapi untuk orang yang tidak menyukainya? Buah durian bagaikan mimpi terburuk buat mereka karena baunya yang sangat tajam, menyengat seperti bau kentut busuk kata Marion teman saya dari Amerika. Hahahahahha saya tertawa dengan kentut busuk mahal ini. Kasihan Marion dan Marion-Marion lainnya kalau begitu.

Saya punya pengalaman jelek dan mimpi buruk di kereta MRT ini beberapa tahun lalu sewaktu saya hamil si bungsu. Waktu itu saya ingin sekali jalan-jalan ke Orchard dengan naik MRT karena ingin berbelanja baju bayi sebelum melahirkan. Dengan perut segeda genderang saya duduk di pojokan di kursi khusus untuk ibu hamil dan orang tua. Baru saja menempelkan pantat di kursi saya langsung mencium aroma Nasi Ayam Hainan yang sangat tajam menusuk hidung, tentu anda semua tahu kalau nasi ayam Hainan di Singapore ini aromanya sangat harum dengan bawang putih dan campuran jahe. Untuk orang normal memang enak sekali baunya, tetapi untuk orang dalam kondisi hamil wow! mimpi buruk datang tiba-tiba.

Seperti di ketahui MRT di Singapore sangat dingin sekali terasa apalagi pada saat jam-jam tidak sibuk dengan sedikit penumpang. Saya teringin muntah dan perut mual, karena tidak tahan saya turun di terminal berikutnya dan langsung mengeluarkan isi perut di toilet terdekat. Ya Tuhan bayangkan saja bau nasi ayam saja sampai saya muntah-muntah apalagi bau durian? Oleh sebab itu sangat bijaksana kalau Anda semua bertoleransi kepada orang lain. Jangan membawa makanan yang berbau sangat tajam di dalam MRT atau bus di mana pun Anda berada apalagi kalau kondisi bus atau kereta tersebut sangat dingin. Please be considerate to others. Dan ciptakan lingkungan yang nyaman untuk diri kita dan orang lain.

http://luar-negeri.kompasiana.com/2014/12/15/membawa-durian-dan-makan-permen-di-kereta-silahkan-bayar-denda-710409.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 9, 2015 by in Asia, singapore and tagged , , , .
%d bloggers like this: