gitanyali

DAILY LIFE…Sometimes bad,sometimes good

Panen Hazelnut

10544779_10203992951116626_6747479545483432442_n
Hari minggu berarti hari untuk malas-malasan, bangun bisa lebih siang dan santai. Kebiasaan sarapan pagi ku hilangkan dihari Minggu, kami ganti dengan Brunch ( Breakfast & Lunch ) nanti jam 11 . Hari ini ku bangun jam 9 pagi , masih malas untuk memasukkan roti ke mulut kecuali secangkir teh zitronen melissa segar yang baru kupetik dan setangkai anggur hijau segar yang langsung kukunyah di depan pohonnya. Hmmmm cukup menghangatkan perut pagi ini.

10639680_10203992890555112_7036618271869601464_n

Acara weekend ku hari ini berbeda, biarlah aku memang sedang malas untuk keluar rumah atau joging di luar atau sekedar Brunch ke cafe langganan ku. Hari ini harus beda , aku benci sesuatu yang monoton , tiap hari kalau bisa harus berbeda.

Kulihat dari kemarin pohon apelku masih menyisakkan buahnya walaupun tinggal sedikit , tapi buahnya nampak merah , ranum dan segar. Kupikir Hari Minggu ini mesti kupetik semua sebelum musim gugur datang beberapa minggu lagi.
10298994_10203992913995698_492873473438821799_n
Pernah makan cokelat dengan campuran buah hazelnut? aku mempunyai pohon hazelnut juga. Kulitnya keras jadi kita mesti membukanya dengan pembuka buah hazel atau tang. Memang agak repot kalau mau makan hazelnut, tetapi rasanya yang gurih dan protein nya yang tinggi sangat bagus sekali untuk cemilan di waktu santai. Kulihat harga sekantung hazelnut kecil di Singapore atau Indonesia mahal sekali, tetapi disini hampir tidak berharga sama sekali. Di supermarket sekantong hazelnut 200 gr sudah di kupas cuma seharga 1 Euro saja.

Kulihat buah hazelnut sudah berjatuhan buahnya berguguran di tanah satu -persatu. Minggu lalu Erika mertuaku membantuku memunguti buahnya sewaktu aku di Berlin seminggu. Erika mendapatkan sekantong penuh hazelnut. Dia menaruh hezelnut tersebut di depan pintu. Mertuaku ini biarpun sudah tua dan berumur 80 tahun tetapi rajin dan cekatan. Erika hidup sendri di apartment, dia tidak mau tinggal dengan kami sewaktu kutawarkan tinggal bersama dengan alasan ingin mandiri dan hidup sendri. Kuhormati piihan meruaku walaupun begitu kalau aku sedan sibuk atau mesti ke luar kota , Erika dengan senang hati mau menjaga anakku . Mertua yang baik bukan?.
12261_10203992933396183_2664141614891313325_n

Ku punguti hazelnut yang jatuh satu persatu ke keranjaang, tahun ini sepertinya pohon ini berbuah banyak sekali meningkat dari tahun lalu. Tahun lalu itu kita tidak mendapatkan apa-apa karena terlalu dingin, musim dingin terlalu lama dan salju terlalu banyak. Tetapi Tuhan itu maha adil, tahun ini musim dingin tdak terlalu panjang dan saljupun datang sekali-kali. Efeknya sangat bagus untuk bunga dan buah-buahan karena mereka bisa berkembang dan berbuah dengan banyak dan cepat, seperti hazelnut ini.

Kadang kurasakan ada magic disini di bumi ini , kalau musim salju putih semua, semua pohonku mati semua yang tampak hanya batang-batang pohon tinggi menjulang tanpa daun tanpa buah bak kayu mati di tengah padang. Tetapi musim semi tiba , mereka bisa berubah dengan sendirinya, daun-daun tumbuh satu persatu, bunga-bunga muncul sendri-sendiri , rumput-rumput hijau dan bunga-bunga kecilnya yang warna-warni bermunculan. Seperti juga bunga Peony cantik berwarna putih yang harum itu di kebunku , dia akan tumbuh lagi di musim semi walaupun bunga itu di tanam Oma 50 tahun lalu! . Ada juga bunga tulip kuning dan merah yang selalu tumbuh di musim semi walaupun kami tidak pernah menanamnya. Ajaib bukan? Tuhan memang menganugerah itu semua supaya kita bersukur!.

Di sini di negara yang kadang orang bilang negaranya orang Atheis , orang-orang yang tdak beragama tetapi disini aku belajar artinya mensyukuri nkmat Tuhan lewat tanaman, hutan, bunga-bunga yang bisa tumbuh kembang dan di rawat dengan baik oleh orang-orang dari Bangsa ini. Disini pula aku belajar hidup dengan menghormati alam dan tidak merusaknya, kalau sejengkal tanah bisa kutanami mengapa tidak? aku bisa mendapatkan energi positfi dari tanaman ini karena tanaman adalah mahluk hidup juga. Kalau dia berbuah akupun ikut senang gembra, kalau tidak berbuah ya biarkan saja anggap saja dia juga masih belajar seperti aku juga masih belajar menghormati alam.

Ku lanjutkan acara memunguti buah hazelnut lagi , ku hanya berani memunguti buah keras ini di luar saja , tidak berani samapai masuk kedalamnya karena takut terlalu rimbun, takut ada monster yang sedan berlndung di sana mungkin, biarlah si Bapak saja yang blusukan sampai ke sana-sana . Kami berdua memang gila berkebun, keringetan bercucuran itu hal biasa, yang tidak biasa adalah kalau kita tidak mempunyai tanaman atau bunga dirumah!

Buah Hazelnut ini setelah matang dia akan berjatuhan sendiri, kalau terkena angin bunyi klothak klothak buah yang jatuh menmpa kepala rasanya maknyus juga, walapun kecil tetapi kulitnya keras. Daun kesenggol badan kita saja buahnya langsung berjatuhan. Aku sengaja menarik daun-daun tersebut supaya buahnya berjatuhan , memang benar bunyi klothak klothak segera terdengar tetapi didiringi terikan si Bapak!
” Aku di dalam semak , di bawah pohon, jangan tarik daunnya , buhanya jatuh semua ke kepalaku, sakit!”

Ups sory ku lupa kalau si Bapak ada di dalam semak-semak tepat di bawah pohon yang rimbun!. Aku benci ke sana karena terlalu rimbun walaupun begitu kadang aku juga memergoki binatang Landak yang suka bersembunyi di sana, biasanya dia muncul pagi-pagi. Aku suka landak ini tetap dia yang takut kalau ku pergoki, makanya kedatangannya sering ku nanti-nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 7, 2014 by in Daily Life, Magdeburg and tagged , , , .
%d bloggers like this: