gitanyali

DAILY LIFE…Sometimes bad,sometimes good

Saya Perempuan Ber-tattoo

Saya perempuan ber tattoo itu benar, ada 4 biji tattoo di tubuh saya. Entahlah keinginan men-tattoo kulit saya yang coklat mulus ini selalu datang bertubi-tubi setiap saat. Padahal terus terang hasrat untuk men-tattoo lagi dan lagi selalu saya redam perlahan-lahan, setiap kali saya melewati tattoo shop atau melihat tattoo cantik jantung saya berdebar-debar , mata jadi jelalatan celinguk sana – sini , hati saya selalu deg-degan antara melangkahkan kaki masuk ke tattoo shop atau hanya browsing lewat kaca depan toko saja. Dalam hati saya selalu mengingatkan  diri sendiri  sekali saya masuk pintu ini  sudah dipastikan koleksi tattoo saya bakalan tambah sebiji lagi , duh!.

Kalau saya berhasil mengalahkan hasrat  untuk melangkah masuk ke Tattoo shop , saya akan me-reward diri saya sendiri dengan makan es krim atau coklat  karena dua makanan ini musuh besar saya, logika saya kalau saya bisa mengalahkan hasrat  bertattoo harusnya saya dikasi hadiah khan? Dan  syukur Alhamdulillah saya enggak “miskin “hari ini karena hasrat bertattoo sudah lari masuk kandang. Perlu di ingat men-tattoo itu tidak murah lho…apalagi kalau kalo tattoo artisnya sudah terkenal wuuuuiiih mesti bikin appointment dulu sebelum “digarap”. Dan jangan tanya harganya bisa jutaan!

Teman saya bertanya bagaimana pandangan teman-teman kantor dan atasan mengetahui saya ber-tattoo? dengan enteng saya jawab sewaktu interview saya selalu rapi, sopan dan manis,tidak lupa memakai pakaian yang professial , kemeja panjang ,blazer dan pencil line skirt atau celana panjang . Kalau sudah tertutup begini bagaimana mereka bisa tahu saya ber-tattoo iya khan teman saya ketawa terbahak-bahak.

Setelah saya sudah akrab dengan teman-teman kantor dan atasan baru saya berani buka-bukaan heheheheh, pada dasarnya saya pekerja keras dan saya yakin perusahaan akan menilai kinerja kita tapi bukan dilihat saya bertatto atau tidak. Tapi walaupun begitu kalau sedang meeting atau bertemu dengan klien imej professional tetap harus dikedepankan , saya selalu menjaga untuk berpakain rapi dan sopan.

Kalau ada yang bertanya-tanya lagi kenapa kulit mulus-mulus koq di tattoo? lha saya jawab saja kulit saya adalah kanvas, tattoo saya adalah perjalanan hidup saya, jadi setelah itu mereka gak berani komentar apa-apa lagi heheheh.

Bagaimana dengan keluarga saya? adik saya yang cowok juga bertatto. Tapi Ibu saya pernah bilang perempuan bertattoo itu tidak baik , diucapkan ibu sewaktu tattoo saya cuma sebiji. Saya diam saja tidak berkomentar apa-apa, bukankah diam adalah emas? Setelah itu ibu saya juga tidak mau berkomentar apa-apa.  Ibu saya menghargai perbedaaan prinsip begitu juga dengan saya . Mungkin juga karena hidup saya selama 20 tahunan saya habiskan di luar negeri jadi mungkin dalam pikiran ibu saya , saya memang sudah produk campur aduk yang tidak usah lagi digurui dan diceramahi, toh saya manusia dewasa yang berhak menentukan jalan hidup saya sendiri . Untuk pengertian ibu saya , saya mengucapkan terima kasih sekali.

Menurut Ibu saya,  agama  kita melarangnya  dan disebutkan bahwa sebuah dosa besar merajah tubuh dengan tattoo. Dalam pikiran saya, masuk surga atau tidak, hanya Tuhan saja yang bisa memutuskannya, bukan? dan saya percaya Tuhan maha pengasih dan maha pengampun DIA pasti bisa melihat alasan saya nantinya. Itu saja !

Sering kali saya lupa kalau saya bertatto di lengan kanan kiri, kadang orang-orang menatap saya entah dengan pandangan apa karena biasanya tidak saya hiraukan , kadang juga selintas saya lihat mereka mencoba membaca apa yang tertulis disana. Dalam hati saya berpikir silahkan baca saja kalau bisa karena tattoo di lengan kanan bertuliskan hurup sansekerta , lengan kiri bertuliskan huruf arab . Kalau sudah terlalu penasaran biasanya orang-orang itu tanpa segan bertanya juga akhirnya. Banyak juga yang melihat saya dengan pandangan tidak suka , tapi biarlah saya memang tidak pernah peduli.

Pernah saya ke pasar disenggol perempuan yang kasar sekali hampir menginjak kakisaya, saya diam saja. Dianya sendiri malah ngomel-ngomel gak karuan.  Sewaktu dia didepan saya dan melihat saya bertattoo dia langsung lari ngibrit menjauhi saya , haduuuh saya ketawa sendiri , wong dia sendiri yang nyengol-nyengol saya malah hampir nginjek kaki  mestinya saya yang marah dong …sialan pikir saya , wajah manis gini dikirain kuntilanak kali pake ditinggal lari ngibrit segala , huh!

Bagaimana dengan orang-orang terdekat saya , suami dan anak-anak? , wuih mereka adalah supporter dan selalu mengidolakan mamanya, anak saya yang besar sekarang umurnya 18 tahun , sewaktu kecil selalu menyombongkan ke teman-temannya bahwa mamanyalah yang paling cantik di dunia, hahhahaha, kalau menonton televisi Miss Universe dia selalu berkomentar “kalau mamaku ikut pasti menang” weleh batin saya …walaupun saya tahu kenyataan tidak seperti itu , mana ada miss universe bertattoo ? tapi saya bangga anak-anak saya melihat saya tidak dari luarnya , tapi menilai mamanya dari dalam hatinya. Yang terkecil selalu bangga karena namanya dan nama-nama saudara-saudarnya terukir rapi di lengan kanan mamanya. Dia akan bilang pada teman-temannya hanya mamanya saja yang berani tampil begini!

Suami saya? yang ini juga supporter saya nomer satu bukannya saya dilarang-larang bertattoo , malah dianterin ke tattoo artisnya kalau saya mempunyai desain baru lagi. Padahal 100% suami saya tubuhnya putuh mulus tanpa noda tattoo sepeserpun! kalau saya bertanya kenapa tidak dilarang? lha istriku khan suka kenapa dilarang…..lagipula bosen lihat perempuan yang monoton begitu-begitu saja.

Waaah saya seperti di awang-awang mempunyai suporter berani mati kayak gini , walhasil namanya kuabadikan di tangan kiriku akhirnya jadi harga mati!

http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2012/12/22/tattoo-dan-saya-513109.html

10628153_10203878894785289_2777471841764654314_n

10513444_10203878744101522_4326534094962645861_n

10250344_10203878744501532_7745568080736448938_n

10592702_10203878784182524_2004613419217110286_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 24, 2014 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: