gitanyali

DAILY LIFE…Sometimes bad,sometimes good

Dan Mawarpun Bisa Nasionalis

Dan Mawarpun Bisa Nasionalis

Dan Mawarpun Bisa Nasionalis

Saya tahu judul tulisan diatas terasa bombastis sekali, tapi ini benar-benar terjadi kalau tidak anda tidak akan penasaran membacanya. Tetapi bacanya santai saja karena disarankan baca sambil ngupi tapi bukan ngupil lho ya.
Semenjak saya tinggal disini hoby saya adalah berkebun, ternyata asik sekali berkebun itu, bisa keringetan dan membakar kalori juga.

Saai itu saya sangat kecapekan sekali karena memindahkan pohon pinus kecil, saya kira gampang waktu suami bilang ayo bantu aku pindahin 4 buah pohon ke belakang rumah, sisanya kita tebang. Dengan lantang saya jawab ok serahkan padaku mindahin pohon nya pokokny beres karena kupikir pekerjaan mindahin pohon pinus yang tidak seberapa tinggi itu gampang dan tidak berat tiap wanita bisa mengerjakannya.

Dengan sekop besar ala petani saya cungkil tanah disekelilingnya dan mulai menarik pohon tersebut, yaaaa ampun baru saja satu pohon tenaga sudah terkuras semua , keringetan dan bener-benar seperti jogging 4 x putaran ditaman kota , padahal suhu udara waktu itu sekitar 16 derajat ,keringetan bercucuran padahal cuma memakai tshirt ala kadarnya.

Tapi karena di Jerman emansipasi wanita itu dihargai ( sueeer ini hehehhehe makanya jangan kepedean ) untuk itu dengan semangat 45 suami sayapun memberikan sekop gede itu ke saya tanpa ngomong apa-apa semisalnya apa kamu bisa melakukannya sayang?mau dibantu tidak? Dan basa-basi kayak itu…
“oke selesaikan ya mindahin 4 pohon ke belakang”.! Hahahahahhaah kalau begini sih mending nggak ada emansipasi wanita dah kalau akhirnya saya mesti pegang pacul sama cangkul tidak dibantuin. Tapi untunglah saya ingat kata-kata mutiara Ibu Kartini itu….habis gelap terbitlah terang. Memang tadi gelap beneran karena saya sempoyongan tapi setelah minum teh hangat bisa terang lagi hehehehhehe.

10441373_10203387036449138_7814304785111882030_n (1)

Tiap sore saya siramin tanaman , ada lidah buaya favorit saya , daun-daun herba , bunga-bungaan dll.
Daun Zitronen Melissa atau lemon balm termasuk favorit saya juga , disamping itu saya menanam tyme , rosemary, daun mint, herba-herba Jerman, cabe, kangkung, bayam dan daun kemangi. Saya mencoba menanam pisang tapi ternyata mati kedingan tahun lalu pas kita kelupaan memasukkan potnya ke dalam rumah.
Satu lagi yang menjadi favorit saya adalah bunga mawar merah yang selalu berkembang dan memunculkan kelopak.kelopak merahnya selama bulan Mei dan Juni. Saya senang sekali dengan mawar ini karena kelopaknya kecil-kecil dan harum sekali. Kadang saya memotong sebagian bunganya dan saya taruh di jambangan sebagai pemanis ruangan.

Sudah 3 hari saya tidak memperhatikan bunga mawar kesukaan ini, karena ada suami yang menyirami semua tanaman. Saya bertugas menyiapkan kue-kue dan teh hangat dari kebun sendiri. Setelah itu ikut berburu keong kecil-kecil di kebun yang suka sekali balapan dengan saya memakan daun-daun selada atau basil di sana. Keong disini kecil-kecil warna warni, hijau kuning coklat dan merah. Tetapi sueer saya takut sekali dengan keong/ siput yang disini di sebut Nacktschnecke bahasa indonesianya keong telanjang kali ya, karena memang keong ini menjijikkan sekali dia tidak mempunyai rumah iiih geli melihatnya seperti lintah. Kalau sampai menjumpai si Nacktschnecke ini saya akan jingklak-jingklak melarikan diri…dan itu yang menjadikan saya suka pasang mata lebar-lebar kalau lagi asyik duduk-duduk di kebun.

“cepat kesini kutunjukkan sesuatu yang menarik kata suami sore tadi. Saya yang sedang menyiapkan teh sudah bilang gak mau gak tertarik , saya pikir dia akan menunjukkan Nacktschnecke ini. Tapi suami saya memaksa akhirnya saya ikutan ke kebun. Ada yang aneh kata suami…itu lihat mawarmu jadi ikutan kampanye untuk Indonesia warna bunganya jadi merah putih. Haaaa saya yang kaget sampai tidak percaya masak sih mawarku yang kalau salju datang mati suri kemudian pas musim semi sampai musim panas tumbuh lagi kelopaknya merah semua, eeeh tahun ini kelopaknya ada dua warna merah putih.

Memang aneh menurut saya karena sudah bertahun-tahun ya memang bunganya cuma merah, saya tidak menanam mawar putih disini, lagipula mosok dalam satu bunga ada dua warna kelopaknya merah dan putih.
Saya senang sih karena mawarku bisa muncul dua warna tetapi mengapa? Ada yang bisa menjawabnya? Kata teman saya karena perubahan Gen nya hadeuh kayak ngomongin filem kartun saja Gen bisa berubah-ubah seenaknya.

10406381_10203387046009377_1818171946326975955_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 18, 2014 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: